Cari Blog Ini

Rabu, 25 Desember 2013

Buah Stroberi Melindungi Lambung dari Alkohol

Kesimpulan dari studi ini menyatakan bahwa dengan sering mengkonsumsi stroberi dapat memiliki efek yang menguntungkan dalam mencegah penyakit lambung yang berkaitan dengan generasi radikal bebas atau spesies oksigen reaktif.

Dalam sebuah percobaan pada tikus, para peneliti Eropa telah membuktikan bahwa memakan buah stroberi dapat mengurangi bahaya yang disebabkan alkohol pada membran mukosa lambung. Dipublikasikan dalam jurnal akses terbuka PLoS ONE, penelitian ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan pengobatan ulkus lambung.
Tim riset dari Italia, Serbia dan Spanyol telah mengkonfirmasi efek perlindungan yang dimiliki stroberi pada perut mamalia yang telah rusak akibat alkohol. Para ilmuwan memberi etanol (alkohol etil) pada tikus laboratorium dan menunjukkan bahwa selaput lendir lambung yang sebelumnya melumat ekstrak stroberi mengalami hanya sedikit kerusakan.
Sara Tulipani, peneliti dari Universitas Barcelona (UB) dan penulis pendamping studi ini menjelaskan bahwa “efek positif dari stroberi tidak hanya terkait dengan kapasitas antioksidan dan kandungan tinggi senyawa fenolik (anthocyans) namun juga pada fakta bahwa buah ini mengaktifkan pertahanan antioksidan dan enzim tubuh. “
Kesimpulan dari studi ini menyatakan bahwa dengan sering mengkonsumsi stroberi dapat memiliki efek yang menguntungkan dalam mencegah penyakit lambung yang berkaitan dengan generasi radikal bebas atau spesies oksigen reaktif. Buah ini bisa memperlambat pembentukan ulkus lambung pada manusia.
Gastritis atau peradangan pada selaput lendir lambung tidak saja berkaitan dengan konsumsi alkohol namun juga bisa disebabkan oleh infeksi virus atau oleh obat anti-inflamasi (seperti aspirin) atau obat yang digunakan untuk melawan bakteri Helicobacter pylori.
Maurizio Battino, koordinator kelompok riset di Universitas Politeknik Marche (UNIVPM, Italia) menunjukkan bahwa “dalam kasus ini, konsumsi stroberi selama atau setelah patologi dapat mengurangi kerusakan selaput lendir lambung.”
Kurang ulserasi setelah mengkonsumsi stroberi
Tim riset menemukan bahwa ulserasi menjadi berkurang dalam perut tikus-tikus yang makan ekstrak stroberi (40 mg/hari per kilo berat badan) selama 10 hari sebelum diberikan alkohol.
Battino menekankan bahwa “penelitian ini tidak dipahami sebagai cara untuk mengurangi efek mabuk, melainkan sebagai suatu cara untuk menemukan molekul dalam membran perut yang melindungi terhadap efek merusak dari agen yang berbeda.”
Pengobatan untuk ulkus dan patologi lambung lainnya saat ini memerlukan obat pelindung baru yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa-senyawa yang ditemukan dalam stroberi bisa menjadi jawabannya.


Kredit: Plataforma SINC
Jurnal: José M. Alvarez-Suarez, Dragana Dekanski, Slavica Ristic, Nevena V. Radonjic, Nataša D. Petronijevic, Francesca Giampieri, Paola Astolfi, Ana M. González-Paramás, Celestino Santos-Buelga, Sara Tulipani, José L. Quiles, Bruno Mezzetti, Maurizio Battino. Strawberry Polyphenols Attenuate Ethanol-Induced Gastric Lesions in Rats by Activation of Antioxidant Enzymes and Attenuation of MDA IncreasePLoS ONE, 2011; 6 (10): e25878 DOI: 10.1371/journal.pone.0025878

Pengaruh Zat Kimia Pada Wanita Hamil

Berbagai racun memberikan bahaya pada janin saat perkembangan. Sebuah studi tahun 2011 menemukan kalau hampir semua wanita hamil AS membawa zat kimia ganda, termasuk beberapa yang terlarang sejak tahun 1970an pada tubuh mereka. Para peneliti mendeteksi bifenil poliklorinat, pestisida organoklorin, senyawa perflorinat, fenol, eter difenil polibrominat, phthalat, hidrokarbon aromatik polisiklik, PBDE perklorat, senyawa yang digunakan sebagai pemadam api, dan dikloro difenil trikloroetane (DDT), sebuah pestisida yang dilarang di AS tahun 1972, dalam tubuh 99 hingga100 persen wanita hamil yang diuji. Bisfenol A (BPA) ditemukan dalam 96 persen wanita yang disurvey. Beberapa kimiawi berkonsentasi sama berasosiasi dengan efek negatif pada anak dari studi lain dan diduga paparan pada kimiawi tersebut dapat berpengaruh lebih besar daripada paparan hanya satu zat saja.

Pencernaan alkohol pada saat hamil dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, sebuah sindrom gangguan lahir yang permanen dan kadang berbahaya. Sejumlah studi telah menunjukkan kalau minum-minuman keras dalam ukuran ringan hingga sedang saat hamil memang tidak berpengaruh nyata pada janin, namun agar benar-benar aman wanita hamil tidak boleh minum alkohol sama sekali saat hamil.
Sejumlah studi juga menunjukkan kalau anak yang terpapar pada asap rokok sebelum lahir dapat menglami sejumlah gangguan perilaku, syaraf, dan fisik.
Unsur raksa dan metil raksa adalah dua bentuk air raksa yang dapat memberi resiko saat hamil. Metil raksa, sejenis pencemar makanan laut dan ikan air tawar, terkenal menghasilkan gangguan sistem syarafberbahaya, khususnya pada saat perkembangan otak. Memakan ikan adalah sumber utama paparan raksa pada manusia dan sebagian ikan dapat mengandung cukup raksa untuk membahayakan sistem syaraf janin yang sedang berkembang, kadang membawa pada gangguan belajar. Raksa hadir pada banyak jenis ikan, namun paling banyak ditemukan pada ikan berukuran besar. Badan Obat dan Makanan serta Dinas Perlindungan Lingkungan AS menyarankan wanita hamil agar tidak memakan ikan pedang, hiu, makarel raja, dan ikan ubin, serta membatasi konsumsi tuna albacore hingga 6 ons atau kurang dalam seminggu.
Pusat Kesehatan Lingkungan Anak melaporkan studi yang menunjukkan kalau paparan pada polusi udara saat hamil berkaitan dengan kelahiran buruk seperti rendahnya berat lahir, bayi prematur, dan malformasi jantung. Busur darah bayi yang terpapar menunjukkan kerusakan DNA yang berhubungan dengan kanker. Studi lanjutan menunjukkan penundaan perkembangan pada usia tiga tahun, rendahnya skor tes IQ, dan meningkatnya masalah perilaku pada usia enam dan delapan tahun.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS, sistem syaraf janin yang berkembang rentan pada racun timbal. Racun syaraf diamati pada anak dari wanita yang terpapar karena kemampuan timbal melintasi halangan plasenta dan menyebabkan catat syaraf janin. Masalah khusus wanita hamil adalah penumpukan timbal di tulang dilepaskan ke darah saat hamil. Beberapa studi memberi bukti kalau paparan ibu hamil yang kecil pada timbal bahkan dapat menghasilkan gangguan intelektual dan perilaku pada anak.
Studi tahun 2006 menemukan kalau anak yang terpaparkan sebelum lahir pada insektisida klorpirifos memiliki perkembangan motorik dan mental yang buruk pada usia tiga tahun dan resiko masalah perilaku yang lebih tinggi. Studi tahun 2007 menggunakan model tikus menunjukkan kalau paparan pada hidrokarbon aromatik polisiklik  ketika lahir dan menyusui mengurangi jumlah sel telur di rahim anak perempuan yang dilahirkan hingga dua pertiga. Studi tahun 2009 pada wanita hamil yang terpaparkan tetrakloroetilen dalam air minum meningkatkan resiko gangguan katup oral dan tabung syaraf pada anak mereka. Studi tahun 2009 menemukan kalau paparan pralahir pada phthalates, senyawa kimia yang digunakan untuk plastik dalam banyak jenis produk perawatan pribadi, mainan anak, dan peralatan medis, mungkin menjadi faktor resiko lingkungan untuk berat lahir yang rendah pada anak. Studi tahun 2010 menemukan kalau paparan pralahir pada senyawa pemadam api bernama difenil eter polibrominat berasosiasi dengan efek perkembangan syaraf terhambat pada anak kecil.
Sumber
Wikipedia. Pregnancy.
Referensi lanjut


  1. Tracey J. Woodruff, Ami R. Zota, Jackie M. Schwartz. Environmental Chemicals in Pregnant Women in the US: NHANES 2003-2004. Environmental Health Perspectives, 2011; DOI: 10.1289/ehp.1002727
  2. Day NL (1992). “The effects of prenatal exposure to alcohol.” Alcohol Health and Research World16(2), 328–244.
  3. Goodlett CR, Peterson SD (1995). “Sex differences in vulnerability to developmental spatial learning deficits induced by limited binge alcohol exposure in neonatal rats”. Neurobiological Learning and Memory64(3), 265–275.
  4. Streissguth AP, et al. (1994). “Prenatal alcohol and offspring development: the first fourteen years”. Drug and Alcohol Dependence36(2), 89–99.
  5. Harvard.edu. Prenatal Exposure to Mercury From a Maternal Diet High in Seafood Can Irreversibly Impair Certain Brain Functions in Children
  6. March of Dimes. Environmental risks and pregnancy
  7. Alan Mozes Exposure to Common Pollutant in Womb Might Lower IQ
  8. Protecting Workers Exposed to Lead-based Paint Hazards : A Report to Congress
  9. Exposures To Insecticide Chlorpyrifos In Pregnancy Adversely Affect Child Development, Study Finds
  10. Environmental Toxins May Limit Fertility In Offspring
  11. Zhang Y, PhD, Lin L, MD, Cao Y, PhD, Chen B, MD, Zheng L, MSC, Ge R, MD. Phthalate Levels and Low Birth Weight: A Nested Case-Control Study of Chinese Newborns. Journal of Pediatrics, DOI: 10.1016/j.jpeds.2009.04.007 /li>

Manajemen Nutrisi Pasien Tuberkulosis

Keluasan asupan nutrisi yang optimal dan dapat meningkatkan kemampuan tubuh sembuh saat dan pasca perawatan TB tidaklah dipahami dengan baik. Untungnya, defisit imunologis yang berasosiasi dengan PEM dan berbagai defisiensi nutrisi mikro berbalik dengan cepat seiring rehabilitasi nutrisi. Kita dapat menduga kalau hal ini meningkatkan pemulihan.


Literatur ilmiah yang ada terbatas mengenai hal ini, namun menariknya, satu-satunya studi buta ganda dan acak yang ada berasal dari Indonesia. Studi yang dilakukan oleh dr. Karyadi dkk tahun 2002 ini membandingkan supplementasi vitamin A dan zinc dengan plasebo pada 80 pasien TB pulmoner di Jakarta. BMI adalah kurang dari 18.5 kg/m2 pada 64% pasien TB, retinol plasma <0.70 mmol/l dalam 32%, dan zinc plasma <10.7 mmol/l pada 30% pasien.
Setelah perlakuan, zinc plasma sama dalam kedua kelompok, dan retinol plasma lebih tinggi secara signifikan pada kelompok suplemen. Konversi sputum dan resolusi keluasan radiografis penyakit paru sedikit lebih cepat pada kelompok suplemen.
Panduan kasar mencakup sedikitnya 2 gram protein bermutu tinggi dan 50kcal energi per kilogram berat tubuh per hari, dengan asupan kalorik tersebar 40-50% dari karbohidrat, 30–40% protein, dan tidak lebih dari 20% hingga 30% lemak, mencakup asam lemak esensial. Nutrisi mikro harus dipasok setidaknya harian, walaupun beberapa pakar meningkatkan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk fungsi kekebalan sel dan regenerasi jaringan, khususnya vitamin A, B6, dan mineral tembaga, besi, dan zinc. Calcitriol, misalnya, berperan penting dalam aktivasi makrofag dan telah ditunjukkan menyumbang pada pengendalian pertumbuhan intrasel M. tuberculosis.
Sumber
Caballero, B., Allen, L., Prentice, A. (Eds.) 2005. Encyclopedia of Human Nutrition. 2nd Edition. Elsevier.
Referensi lanjut


Karyadi E, West CE, Schultnik W et al. (2002) A double-blind, placebo-controlled study of vitamin A and zinc supplementation in persons with tuberculosis in Indonesia: Effects on clinical response and nutritional status. American Journal of Clinical Nutrition 75: 720–727.

Pengaruh Teh pada Kesehatan

Teh telah diklaim sebagai obat dari berbagai jenis penyakit. Minuman dari tanaman Camellia sinensis ini memang memiliki sejumlah khasiat. Mari kita periksa sejumlah klaim mengenai pengaruh teh pada kesehatan.

Pengaruh positif teh pada kesehatan:
  1. Efek antibiotik. Teh memang memiliki sifat antibiotik karena mencegah tahap tertentu dalam proses replikasi DNA bakteri.
  2. Kerusakan kulit karena ultraviolet. Ekstrak teh hijau (EGCG) yang diberikan sesuai dosis dapat melindungi kerusakan kulit yang disebabkan oleh UVA dan UVB yaitu penuaan oleh cahaya dan karsinogenesis.
  3. Meningkatkan sensitivitas insulin dan toleransi glukosa.
  4. Meningkatkan ketahanan tubuh saat latihan dengan meningkatkan metabolisme lemak.
  5. Membuat lebih terjaga, sama halnya dengan kopi.
  6. Meningkatkan kekebalan tubuh.
  7. Mengurangi kemungkinan mengalami gangguan kognitif.
  8. Mengurangi stress
  9. Mengurangi pengaruh HIV. Sebuah studi yang muncul dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menyatakan kalau epigallocatechin gallate (EGCG) yang ditemukan dalam teh hijau dapat menghambat pengikatan HIV dan dapat dipakai sebagai terapi komplementer bagi pasien HIV, namun ditekankan kalau “ia bukan penyembuh, dan bukan pula cara yang aman untuk menghindari infeksi, namun, kami menyarankan kalau ia dapat dikombinasikan dengan obat konvensional untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang terinfeksi.” Ini adalah studi in vitro (tabung uji), bukan studi in vivo, yang hanya menguji pengaruh kimiawi dalam teh hijau. “Banyak zat yang ditunjukkan mencegah infeksi HIV dalam tabung uji ternyata tidak memiliki efek atau hanya memiliki efek kecil di dunia nyata, sehingga saya rasa masih jauh untuk menyimpulkan kalau teh hijau melindungi terhadap infeksi HIV.”
  10. Mengurangi dampak dari pendarahan usus
  11. Mencegah bau mulut
  12. Mencegah kerusakan tubuh oleh gangguan kelebihan besi (hemochromatosis)
  13. Mengurangi kemungkinan terkena penyakit Parkinson. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  14. Meningkatkan daya ingat jangka pendek. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  15. Meningkatkan kinerja atletik. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  16. Mengurangi keparahan dan durasi sakit kepala. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  17. Membantu mencegah gejala asma. Hal ini karena kandungan kafein dalam teh.
  18. Mengurangi gangguan tidur. Para peneliti Universitas Louisville melaporkan kalau fenolik teh hijau dapat menahan penurunan kognitif yang muncul karena apnea tidur obstruktif, dalam edisi Mei 2008 American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Para peneliti memeriksa pengaruh fenolik teh hijau ynag diberikan bersama air minum, pada tikus yang secara berselang dikurangi oksigennya dalam siklus malam 12 jam, meniru hipoksia berkala pada manusia yang mengalami OSA.
  19. Mengurangi infeksi bakteri dan jamur.
  20. Membantu mengurangi dampak keracunan bisa ular.
  21. Mengurangi resiko terkena stroke
  22. Mengurangi resiko terkena serangan jantung. Mencampur teh dengan susu dapat menghilangkan khasiat teh ini.
  23. Menyembuhkan kutil di alat kelamin dan anus. Sinecatechin, sebuah ektrak dari teh hijau ditunjukkan efektif dalam merawat kutil di daerah anus dan kelamin dalam sebuah eksperimen acak buta ganda pada lebih dari 500 subjek. Subjek diberikan minyak ynag mengandung sinecatechin (kelompok perawatan) atau plasebo (kelompok kontrol) pada daerah yang terpengaruh selama 4 bulan, dan diikuti 3 bulan setelah perawatan. Lebih dari separuh subjek dalam kelompok perawatan (57%) mengalami kesembuhan penuh kutil mereka, dibandingkan hanya sepertiga (34%) dalam kelompok kontrol. 78% pasien dalam kelompok perawatan mengalami setidaknya 50% perbaikan pada kutil mereka. Jumlah yang dibutuhkan untuk perawatan adalah 4-5 pasien. Perawatan dengan ekstrak teh hijau ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping.
  24. Mengurangi depresi. Dalam studi Jepang, konsumsi teh hijau berbanding terbalik dengan gangguan psikologis bahkan setelah pemeriksaan faktor-faktor lain yang mungkin. Konsumsi teh hijau berasosiasi dengan rendahnya gejala depresi pada studi lain di Jepang. Para peneliti melakukan studi cross-sectional pada individu manula Jepang yang bersosialisasi di masyarakat dengan usia 70 tahun. Prevalensi gejala depresi parah dan sedang adalah 20,2% dan 34,1%. Setelah penyetelan faktor-faktor lain, rasio yang disarankan untuk tidak depresi adalah 1 cangkir per hari, depresi sedang perlu 2 hingga 3 cangkir sehari, dan depresi parah butuh 4 cangkir sehari.
  25. Mengurangi rasa sakit akibat rematik
  26. Mengurangi berat badan dan kolesterol
Penyakit yang masih diragukan dapat dipengaruhi oleh teh:
Kanker payudara dan prostat. Hal ini didasarkan pada studi bulan Juli 2005, yangberupa tinjauan klaim yang dibuat mengenai manfaat kesehatan dari teh hijau. Peneliti Food and Drug Administration AS menyimpulkan kalau teh hijau tidak menyebabkan berkurangnya resiko kanker prostat dan payudara. FDA mengatakan kalau bukti yang ada tidak mendukung klaim kesehatan atas konsumsi teh hijau dengan berkurangnya resiko kanker. Studi lain menemukan hubungan adanya hubungan positif dengan penyembuhan kanker sehingga status teh sebagai perawatan untuk kanker masih kontroversial.
Pengaruh negatif teh pada kesehatan:
  1. Meningkatkan resiko osteofluorosis dan patah tulang karena membuat tulang menjadi lebih kaku.
  2. Meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer karena kandungan aluminium dalam teh
  3. Karena mengandung kafein (separuh dari kafein yang dikandung kopi), semua efek samping kafein juga dapat dirasakan oleh peminum teh. Efek samping yang paling jelas adalah sulit tidur.
  4. Teh mengandung oksalat, konsumsi berlebihnya dapat menyebabkan batu ginjal, serta pengikatan kalsium bebas di tubuh; mineral lain juga dapat terikat olehnya. Ketersediaan oksalat dalam teh memang rendah sehingga dampak negatif membutuhkan jumlah konsumsi teh yang besar.
  5. Meningkatkan resiko kerusakan hati. Hal ini karena kemungkinan flavonoid, suatu zat dalam teh, menumpuk di pembuluh darah.
Sumber:
Wikipedia. Health Effects of Tea.

Plasma Terionisasi Bisa Menjadi Bahan Sterilisasi yang Ampuh dan Murah Meriah

Debit plasma telah digunakan sejak tahun 1800-an untuk menghasilkan ozon sebagai pemurni air, dan beberapa rumah sakit menggunakan plasma bertekanan rendah sebagai penghasil hidrogen peroksida untuk dekontaminasi instrumen bedah.

Para ilmuwan University of California, Berkeley,telah menunjukkan bahwa plasma terionisasi, seperti yang ada pada lampu neon dan TV plasma, tidak hanya dapat mensterilkan air, tapi juga bisa menjadi antimikroba – mampu membunuh bakteri – selama seminggu setelah penggunaan.
Perangkat yang menghasilkan plasma berbilang murah, artinya bisa menjadi penghemat di negara-negara berkembang, kawasan bencana atau di medan perang di mana air steril digunakan untuk keperluan medis – entah itu untuk persalinan maupun operasi besar.
“Kita tahu plasma akan membunuh bakteri dalam air, namun ada begitu banyak kemungkinan aplikasi lain, seperti mensterilkan peralatan medis atau penyembuhan luka,” kata insinyur kimia David Graves. “Kita bisa membuatkan perangkatnya agar bisa digunakan di rumah atau di kawasan terpencil untuk menggantikan antibiotik pemutih atau bedah.”
Plasma bersuhu rendah sebagai disinfektan adalah “sebuah inovasi yang luar biasa dengan potensi yang hebat untuk meningkatkan perawatan kesehatan dalam kawasan berkembang dan yang tertimpa bencana,” kata Phillip Denny, yang membantu pendanaan bagi penelitian Graves dan memiliki misi menangani kebutuhan di seluruh dunia miskin.
“Salah satu masalah yang paling sulit yang berhubungan dengan fasilitas medis di negara bersumber daya rendah adalah kontrol infeksi,” tambah Graves. “Diperkirakan bahwa infeksi di negara-negara ini adalah faktor yang tiga hingga lima kali lipat lebih luas daripada di negara maju.”
Percikan singkat di udara menghasilkan plasma bersuhu rendah terionisasi dan memisahkan oksigen dan nitrogen yang akan berdifusi ke dalam cairan di dekatnya atau kulit, di mana mereka dapat membunuh mikroba, mirip dengan cara beberapa obat dan sel-sel kekebalan tubuh dalam membunuh mikroba dengan menghasilkan bahan kimia reaktif yang sama atau identik. (Kredit: Steve Graves)
Graves dan para koleganya di UC Berkeley mempublikasikan makalah dalam edisi November Journal of Physics D: Applied Physics, melaporkan bahwa air yang diolah dengan plasma pada dasarnya membunuh semua bakteri E. coli dalam waktu beberapa jam dan masih terus membunuh 99,9 persen bakteri tambahan selama tujuh hari. Strain mutan E. coli telah menyebabkan wabah penyakit pencernaan dan bahkan kematian ketika mengkontaminasi daging, keju dan sayuran.
Berdasarkan eksperimen lain, Graves dan rekan-rekannya dari University of Maryland di College Park melaporkan pada tanggal 31 Oktober dalam pertemuan tahunan American Vacuum Society, bahwa plasma juga dapat “membunuh” protein dan lipid yang berbahaya – termasuk prion, agen infeksi yang menyebabkan penyakit sapi gila.
Pada tahun 2009, salah seorang kolaborator Graves dari Institut Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics membangun sebuah perangkat yang mampu secara aman mensterilkan kulit manusia yang terinfeksi dalam hitungan detik, bahkan membunuh bakteri yang resistan terhadap obat.
“Bidang plasma bersuhu rendah adalah booming, dan ini bukan omong kosong. Ini nyata!” kata Graves.
Dalam penelitian yang dipublikasikan bulan ini, Graves bersama rekan-rekannya di UC Berkeley menunjukkan bahwa plasma yang dihasilkan oleh percikan singkat ke udara di samping wadah air mengubah air menjadi kira-kira seasam cuka dan menciptakan campuran yang sangat reaktif, molekul terionisasi – molekul yang telah kehilangan salah satu atau lebih elektron dan dengan demikian sangat bereaksi dengan molekul lainnya. Mereka mengidentifikasi molekul reaktif ini sebagai hidrogen peroksida dan berbagai nitrat dan nitrit, semuanya diketahui sebagai antimikroba. Nitrat dan nitrit telah digunakan selama ribuan tahun untuk memulihkan daging, misalnya.
Bagaimanapun juga, Graves bertanya-tanya saat melihat bahwa air itu masih menjadi antimikroba seminggu kemudian, meskipun konsentrasi peroksida dan nitrit turun menjadi nihil. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa bahan kimia reaktif lainnya – mungkin nitrat – tetap terkandung di dalam air untuk membunuh mikroba, katanya.
Debit plasma telah digunakan sejak tahun 1800-an untuk menghasilkan ozon sebagai pemurni air, dan beberapa rumah sakit menggunakan plasma bertekanan rendah sebagai penghasil hidrogen peroksida untuk dekontaminasi instrumen bedah. Perangkat plasma juga digunakan sebagai instrumen bedah untuk mengangkat jaringan atau darah kental. Namun, hanya baru-baru ini plasma bersuhu rendah digunakan sebagai disinfektan dan untuk terapi medis langsung, kata Graves, yang mulai memfokuskan diri pada aplikasi plasma untuk medis setelah bekerja selama lebih dari 20 tahun pada jenis plasma bersuhu rendah yang digunakan untuk semikonduktor etsa.
“Saya adalah seorang insinyur kimia yang menerapkan fisika dan kimia untuk memahami plasma,” kata Graves. “Ini menarik untuk mulai mencari cara menerapkan plasma dalam kedokteran.”
Kredit: University of California – Berkeley
Jurnal: Matthew J Traylor, Matthew J Pavlovich, Sharmin Karim, Pritha Hait, Yukinori Sakiyama, Douglas S Clark, David B Graves. Long-term antibacterial efficacy of air plasma-activated waterJournal of Physics D: Applied Physics, 2011; 44 (47): 472001 DOI: 10.1088/0022-3727/44/47/472001

Pengaruh Positif Video Games

Selasa, 13 Maret 2012 - Ada studi mengatakan kalau pemain games itu kesepian, kegemukan, dan depresi. Tetapi ada juga dampak positif dari video games.

Berikut dampak positif video games:

Meningkatkan Ketajaman Penglihatan

Studi yang dilakukan oleh University of Rochester menemukan kalau video games meningkatkan ketajaman penglihatan. Untuk melakukan studi ini, tim peneliti Rochester mencari mahasiswa yang jarang bermain games. Setelah itu, para peneliti membagi mahasiswa kedalam dua kelompok, pertama bermain   Unreal Tournament dan separuhnya lagi bermain   Tetris dalam waktu satu bulan.
Setelah 30 hari, kelompok Unreal meningkatkan ketajaman penglihatannya 20 persen pada tes mata. Studi lain dari Rochester menggunakan games FPS meningkatkan ketajaman mata secara mingguan jika dimainkan 50 jam dalam Sembilan minggu. Kali ini, pemain Unreal menunjukkan 43 persen peningkatan dalam kemampuan mereka membedakan berbagai jenis arsiran abu-abu.
Dan bagaimana pemain Tetris? Tidak menunjukkan peningkatan ketajaman penglihatan.
Jurnal:
 Green, C.S. & Bavelier, D. (2007). Action video game experience alters the spatial resolution of attention.Psychological Science, 18(1), 88-94
Li, R., Polat, U., Makous, W. & Bavelier, D. (2009). Enhancing the contrast sensitivity function through action video game playing. Nature Neuroscience

Menghilangkan Stress Pasca-Trauma

Para psikolog dari universitas Oxford memaparkan 40 relawan sehat pada sederetan gambar yang sangat mengesalkan. Setelah deretan gambar ini, separuh kelompok bermain Tetris dan separuh lainnya duduk tanpa melakukan apapun. Dalam minggu-minggu selanjutnya, mereka yang bermain Tetris mengalami lebih sedikit ingatan traumatis daripada yang tidak. Studi berspekulasi kalau kekuatan game Tetris yang analitis jangka pendek memotong kemampuan subjek menyimpan ingatan inderawi jangka panjang. Walau begitu, Tetris hanya dapat menghilangkan peristiwa traumatis yang terjadi dalam enam jam sebelumnya.
Jurnal:
Holmes EA, James EL, Coode-Bate T, Deeprose C (2009) Can Playing the Computer Game “Tetris” Reduce the Build-Up of Flashbacks for Trauma? A Proposal from Cognitive Science. PLoS ONE 4(1): e4153. doi:10.1371/journal.pone.0004153

Kemungkinan Membuat Anda Menjadi Baik

Studi dari Iowa State menemukan hal ini. Para peneliti meminta 161 siswa bermain satu dari enam permainan: tiga berjenis kekerasan dan tiga pro-sosial. Setelah 20 menit bermain, gamer dipasangkan dan memberikan pasangan mereka 10 teka-teki dengan mengetahui kalau temannya akan mendapat sertifikat jika berhasil memecahkan teka-teki. Menariknya, gamer pro-sosial cenderung membantu pasangannya memecahkan teka-teki. Gamer kekerasan tidak mau.
Games pro-sosial sepertinya mendorong anak-anak memperoleh mood yang baik. Dan sebuah studi di Jerman juga mendukung hal ini. Dalam studi tersebut, bermain Lemmings (yang melibatkan menyelamatkan Lemming yang ingin bunuh diri) membuat mereka cenderung pro-sosial setelah bermain.
Jurnal
Gentile, D. A., Anderson, C. A., Yukawa, N., *Saleem, M., Lim, K. M., Shibuya, A., Liau, A. K., Khoo,
A., Bushman, B. J., Huesmann, L. R., & Sakamoto, A. (2009). The effects of prosocial video
games on prosocial behaviors: International evidence from correlational, longitudinal, and
experimental studies.
Greitemeyer TOsswald S. Playing prosocial video games increases the accessibility of prosocial thoughts. J Soc Psychol. 2011 Mar-Apr;151(2):121-8.

Membantu Melacak Penyebaran Penyakit

 Bulan September 2005 pernah kejadian adanya penyebaran wabah “Corrupted Blood”, sebuah wabah virtual, yang menyebar di dunia Azeroth, membunuh segalanya dalam jalurnya. Para programmer WoW marancang wabah ini hanya akan menginfeksi pemain level tinggi, namun sesuatu menyebabkan wabah juga menyerang pemain level rendah.
Sementara para programmer mencari cara mengkarantina infeksi ini, beberapa ilmuan menemukan kalau pandemic ini meniru penyebaran penyakit di dunia nyata, khususnya terkait respon manusia. Epidemiologis biasanya bertopang pada data historic dan statistic untuk memprediksi arah wabah, namun dengan insiden Corrupted Blood mereka memiliki laboratorium digital dimana orang melarikan diri dari kota-kota, mengambil resiko menyelamatkan orang sakit, dan ketakutan.
Para peneliti kesehatan public mendapatkan alat analisis baru dari wabah penyakit gamers online ini dan karenanya Warcraft memberi sumbangan pada kemajuan sains.
Jurnal
Eric T Lofgren , Nina H Fefferman. The untapped potential of virtual game worlds to shed light on real world epidemics. The Lancet Infectious Diseases, Volume 7, Issue 9, Pages 625 – 629, September 2007

 Meningkatkan Kesehatan Manula

Para peneliti dari Universitas Illonis meminta satu kelompok relawan manula bermain Rise of Nationsselama 23,5 jam dan kelompok lain hanya duduk-duduk saja. Setelah satu hari bermain games strategi real-time, kelompok pertama memperoleh peningkatan multi-tasking, konsentrasi, dan ingatan jangka pendek, semua sambil merasa senang.
Sementara itu, para peneliti dari Universitas Rochester dan Universitas Queensland mempelajari otak para gamers yang bermain  Medal of Honor dan Tetris. pemain MoH, yang multitasking dalam dunia 3D, memiliki skor tes kognitif lebih tinggi dari pemain Tetris, yang sibuk pada satu blok saja setiap saat.
 Jurnal
Basak C, et al “Can train­ing in a real-time strat­egy video game atten­u­ate cog­ni­tive decline in older adults?” Psy­chol Aging 2008; DOI: 10.1037/a0013494.
Boot, W. R., Kramer, A. F., Simons, D. J., Fabi­ani, M. & Grat­ton, G. (2008) The effects of video game play­ing on atten­tion, mem­ory, and exec­u­tive con­trol. Acta Psy­cho­log­ica, 129, 387–398.

Memberi Pengetahuan Bedah

Para peneliti Iowa State University meminta dokter dan warga sekolah medis bermain tiga games yang menguji skill motorik dan koordinasi mata-tangan. Para dokter bedah yang bermain setidaknya tiga jam seminggu melakukan pembedahan laparoskopik 27 persen lebih cepat dan 37% lebih sedikit kesalahan. Perlu diketahui, pembedahan laparoskopik menggunakan kamera optic dan joystick untuk navigasi di dalam saluran darah di tubuh. Manfaat dari bermain games ini cukup signifikan.
Jurnal
Rosser, J.C. “Video Game and Laparoscopic Surgery, Medicine Meets Virtual Reality Conference” Newport Beach, CA, January 16, 2004.
Referensi dampak negatif video games:


  1. James B Weaver III, Darren Mays, Stephanie S Weaver, Wendi Kannenberg, Gary L Hopkins, Dogan Eroglu, Jay M Bernhardt. Health-Risk Correlates of Video-Game Playing Among AdultsAmerican Journal of Preventive Medicine, Volume 37, Issue 4 (October 2009)
  2. Kannenberg, W., Riggs, M., Hopkins, G. L., Weaver, J. B., III, Weaver, S. S., McBride, D. C., & Stevens, J. V., Jr. (October, 2008). Video gaming: Emerging “New Media” Determinant for Adult Obesity. American Public Health Association, San Diego, CA.
  3. Brian A Primack. Video Games: Play or ‘Playlike Activity’? American Journal of Preventive Medicine, Volume 37, Issue 4 (October 2009)

Tikus Tanah Telanjang Memberi Petunjuk Penghilangan Rasa Sakit

Tikus tanah telanjang berevolusi untuk hidup dalam lingkungan asam yang tidak mampu didiami mamalia lain, termasuk manusia. Para peneliti dari Universitas Illinois Chicago melaporkan temuan baru mengenai bagaimana pengerat ini beradaptasi dengan lingkungan ini.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE.
Dalam gundukan sempit yang ramai di dunia tikus tanah telanjang Afrika, karbon dioksida menumpuk hingga tingkat yang beracun bagi mamalia lain, dan udara menjadi sangat asam. Hewan ini dengan bebas hidup dalam kondisi tidak nyaman ini, kata  Thomas Park, professor ilmu biologi di UIC dan penyelidik utama studi ini – yang dapat memberi petunjuk cara menghilangkan rasa sakit pada hewan lain dan manusia.
Sebagian besar rasa sakit setelah cedera, misalnya, disebabkan oleh pengasaman jaringan yang cedera, kata Park.
 “Pengasaman tidak dapat dihindari sebagai efek samping cedera,” katanya. “Mempelajari hewan yang tidak merasakan sakit dalam lingkungan asam mestinya memberi kita cara baru menghilangkan rasa sakit pada manusia.”
 Di hidung mamalia, serabut syaraf khusus diaktifkan oleh uap asam, merangsang inti trigeminal, sekumpulan syaraf di batang otak, yang kemudian memunculkan respon fisiologis dan perilaku yang melindungi hewan tersebut – ia akan mengeluarkan lendir dan menggosok hidungnya, misalnya, dan menghindari atau menjauhi uap asam.
 Para peneliti menempatkan tikus tanah telanjang dalam sebuah sistem kandang dimana beberapa daerahnya mengandung udara uap asam. Hewan ini dibolehkan bergerak bebas, dan waktu yang mereka habiskan di tiap daerah dicatat. Perilaku mereka dibandingkan dengan tikus lab dan spesies tikus tanah lain yang hidup di kondisi biasa, sebagai kontrol eksperimental.
 Tikus tanah telanjang menghabiskan waktu yang sama banyak di wilayah uap asam seperti di wilayah bebas uap, kata Park. Tiap spesies kontrol menghindari uap.
Para peneliti mampu mengkuantifikasi respon fisiologi pada paparan uap asam dengan mengukur sebuah protein, c-Fos, penanda tidak langsung aktivitas syaraf yang sering diekspresikan ketika sel syaraf menembak. Pada tikus tanah telanjang, tidak ada aktivitas tersebut di inti trigeminal ketika ia dirangsang. Pada tikus biasa, inti trigeminal sangat aktif.
 Toleransi tikus tanah telanjang pada uap asam konsisten dengan adaptasinya untuk hidup di bawah tanah dalam kondisi asam kronis, kata Park.
 Studi ini didukung oleh dana dari National Science Foundation. Pamela LaVinka, mahasiswa pasca sarjana ilmu biologi UIC, adalah pengarang perdana studi ini.
Sumber berita:
Referensi jurnal:


Pamela Colleen LaVinka, Thomas J. Park. Blunted Behavioral and C Fos Responses to Acidic Fumes in the African Naked Mole-RatPLoS ONE, 2012; 7 (9): e45060 DOI:10.1371/journal.pone.0045060